Karantina Lampung Sita 70 Tanduk Kerbau Tak Dilengkapi Dokumen di Bakauheni

- 29 Mei 2024, 11:10 WIB
 Petugas karantina sedang mengecek tanduk kerbau yang ditahan karena tidak dilengkapi dokumen persyaratan untuk menyeberang antararea, Rabu, 29 Mei 2024./ANTARA/HO-Karantina Lampung
Petugas karantina sedang mengecek tanduk kerbau yang ditahan karena tidak dilengkapi dokumen persyaratan untuk menyeberang antararea, Rabu, 29 Mei 2024./ANTARA/HO-Karantina Lampung /

LAMPUNG INSIDER - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Lampung menyita 70 tanduk kerbau tidak berdokumen yang akan diseberangkan melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.

"Petugas karantina saat patroli rutin menemukan puluhan tanduk kerbau yang tak dilengkapi dokumen persyaratan yang dibawa truk ekspedisi tujuan Tangerang," kata Kepala Balai Karantina Lampung Donni Muksydayan dalam keterangannya, Rabu.

Dia menegaskan bahwa semua komoditas baik hewan, ikan, dan tumbuhan beserta produknya harus lapor terlebih dahulu ke satuan tugas yang berwenang apabila ingin menyeberang ke Pulau Jawa.

"Kami ada patroli rutin untuk melakukan pengawasan, di Bakauheni, Nah saat berpatroli, tim menemukan komoditas tidak dilaporkan dan tidak dilengkapi dokumen persyaratan, sehingga dilakukan penahanan," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa informasi dari pemilik alat angkut, tanduk kerbau tersebut dibawa dan diangkut dari Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang akan diseberangkan ke Pulau Jawa.

"Berdasarkan data Karantina Lampung, terakhir kali penahanan pengiriman tanduk kerbau terjadi pada April 2018 silam," kata dia.

Dia mengatakan bahwa agar semua pihak tertib aturan dalam melalulintaskan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan serta produknya melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Untuk pemilik alat angkut kami beri peringatan serta pembinaan untuk selalu melapor bila ingin menyeberangkan komoditas tersebut," kata dia.

Kepala Satuan Pelayanan Karantina Pelabuhan Bakauheni Akhir Santoso, menambahkan, komoditas yang sering digunakan untuk aksesoris ruangan tersebut bukan termasuk komoditas yang dilindungi.

Halaman:

Editor: Iskak Susanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah