Tim SAR Cari Pemancing yang Hilang Terseret Ombak di Pesisir Barat

- 29 Mei 2024, 11:25 WIB
 Suasana saat tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Pesisir Barat Lampung./ANTARA/HO/Basarnas Lampung
Suasana saat tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Pesisir Barat Lampung./ANTARA/HO/Basarnas Lampung /

LAMPUNG INSIDER - Seseorang warga tenggelam saat memancing di laut Pantai Bana, Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Selasa, sekitar pukul 14.00.

Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah mengatakan pihaknya bersama Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan warga setempat, masih terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam.

"Iya, kami masih terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam atas nama Darmansyah yang berusia 42 tahun, warga Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan," kata Deden Ridwansah, Rabu.

Sebelumnya, satu orang dilaporkan tenggelam saat memancing di laut Pantai Bana, Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat.

"Korban bernama Darmansyah (42), warga Pasar Senin, Pekon Bangun Negara, yang dilaporkan hilang atau tenggelam saat mancing ikan di Pantai," kata Kasi Humas Polres Pesisir Barat, Ipda Kasiyono, Selasa.

Ia menjelaskan kronologis kejadian tenggelamnya pemancing tersebut bermula pada sekira pukul 14.00 WIB ketika korban bersama dengan rekannya berangkat dari kediaman masing-masing untuk memancing ikan di perairan laut Pantai Bana, Pemangku Pasar Senin, Pekon Bangun Negara.

Kemudian, kata dia, sesampainya di lokasi teman korban atas nama Pahlevi mengingatkan korban agar memancingnya jangan terlalu ke tengah karena ombak sedang besar.

Namun korban tidak mengindahkan dan tetap ingin pergi memancing ke tengah sehingga Pahlevi mengikuti kemauan korban.

Setelah sampai di tengah, keduanya sempat mendapatkan beberapa ikan hasil memancing, tidak lama kemudian datang ombak besar yang menghantam keduanya.

"Situasi saat itu Pahlevi memegang batu karang, namun korban tidak memegang batu karang sehingga terpental dan setelah itu datang kembali ombak yang lebih besar sehingga menyeret korban, lalu terbawa ombak ke tengah laut. Saat itu teman korban hendak menolong, korban masih terlihat terombang-ambing dibawa ombak," ujarnya.

Halaman:

Editor: Iskak Susanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah