Kemunculan Virus Pirola, Kemenkes Belum Buka Opsi Wajib Gunakan Masker

- 12 September 2023, 15:34 WIB
Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 26 Maret 2020.
Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 26 Maret 2020. /ANTARA

LAMPUNG INSIDER - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan, pihaknya belum membuka opsi untuk kembali mewajibkan penggunaan masker di ruang publik dalam menyikapi kemunculan Virus Corona Subvarian Pirola di sejumlah negara.

"Masih belum perlu (mewajibkan penggunaan masker), karena belum ada lonjakan kasus. Indikator-indikator endemi semuanya masih terkendali (rendah)," kata dia saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 12 September 2023, dilansir Antara.

Syahril memastikan BA.2.86 atau Subvarian Pirola yang kini muncul di Amerika Serikat dan sebagian Eropa, belum terdeteksi di Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kedisiplinan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kewaspadaan untuk menyikapi kemunculan varian terbaru COVID-19.

Dorongan untuk kembali mewajibkan penggunaan masker di ruang publik disampaikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, sebagai upaya mencegah penularan Pirola yang dikabarkan berpotensi memicu pandemi berikutnya.

Ketua MPR juga meminta pemerintah untuk kembali menerapkan kewajiban penggunaan masker, terutama di ruang publik, selain memperketat pengawasan dan skrining di pintu masuk negara.

Ketua MPR RI minta pengawasan

Dia juga meminta pemerintah menyoroti secara serius sekaligus mewaspadai subvarian Pirola, dengan terus memonitor perkembangan serta persebaran kasusnya. “Khususnya, di bandara dengan jumlah kedatangan wisatawan asing atau pelaku perjalanan luar negeri yang tinggi," ujarnya.Bambang.

Sehingga, kata dia, langkah antisipatif hingga emergency break dapat dilakukan pemerintah. Apabila subvarian Pirola mendekati bahkan terdeteksi masuk ke Indonesia. Ia juga mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Pirola sebagai 'varian dalam pemantauan'.

Bambang juga mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan para pakar atau ahli virus untuk melakukan penelitian mendalam terhadap subvarian Pirola tersebut, agar dapat diketahui secara pasti karakteristik, tingkat penularan, cara pencegahan hingga efek mutasinya di tengah kondisi endemi di Tanah Air.

Upaya itu dinilai Bambang penting guna mencegah masuknya subvarian Pirola yang dapat menimbulkan lonjakan kasus di Indonesia. Dikatakan Bambang masyarakat juga perlu mewaspadai penularan subvarian baru COVID-19, dengan kembali memperkuat protokol pencegahan.

Halaman:

Editor: Lukman Hakim


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah