PSI dan PPP Gagal Lolos! Nasib Kedua Parpol Pasca Penetapan KPU

- 21 Maret 2024, 11:37 WIB
/

LAMPUNG INSIDER—Pasca penetapan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sorotan kini tertuju pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pertanyaan besar mengemuka: apakah keduanya berhasil lolos atau gagal dalam putaran pemilu ini?

Kehadiran PSI dan PPP dalam arena politik memunculkan pro dan kontra, terutama mengingat kedua partai ini memiliki tokoh-tokoh yang mencuat dalam peta politik nasional. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, merupakan putra bungsu dari Presiden Jokowi, sementara PPP, di bawah naungan Sandiaga Uno, juga dikenal dengan posisinya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Publik menantikan keputusan akhir KPU terkait kedua parpol tersebut, yang tentunya akan berdampak signifikan terhadap dinamika politik di tanah air. Sesuai peraturan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Pemilu, ambang batas untuk kelolosan partai politik adalah sebesar 4 persen dari total perolehan suara nasional.

Dalam pengumuman resmi yang dilakukan pada Rabu (20/3/2024), KPU mengonfirmasi bahwa PPP hanya berhasil mengumpulkan 5.878.777 suara, atau setara dengan 3,87 persen dari total suara nasional. Sementara PSI, dengan perolehan sebesar 4.260.169 suara, hanya mampu mencapai 2,8 persen.

Dengan hasil tersebut, PSI dan PPP dinyatakan tidak berhasil melewati ambang batas yang ditetapkan, sehingga mereka tidak akan mendapatkan kursi di parlemen untuk periode mendatang. Dampak dari kegagalan ini akan menjadi bahan perenungan bagi kedua partai, serta menjadi sorotan dalam evaluasi politik pasca-pemilu.***

Editor: Arief Mulyadin


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah