Dr. Budiono: MK yang Memulai, MK Pula yang Mengakhiri

- 22 April 2024, 17:17 WIB
Dr. Budiono tanggapi putusan MK hari ini: MK yang memulai, MK pula yang mengakhiri
Dr. Budiono tanggapi putusan MK hari ini: MK yang memulai, MK pula yang mengakhiri /Isbedy Stiawan ZS/

LAMPUNG INSIDER – Ibarat lirik lagu, kau yang memulai kau pula yang mengakhiri. Itu sepantasnya dialamatkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK), setelah putusan menolak semua permohonan Capres 01 dan 03.

Analogi itu dikatakan Dr. Budiono, akademisi Unila menanggapi keputusan MK tentang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum), Senin 22 April 2024

“Ya MK harus istikomah, dan khusnul khotimah,” Budiono menambahkan sambil tertawa.

Menurut Budiono, penolakan MK terhadap permohonan dari 01 dan 03 sebenarnya sudah diperkirakan, karena beban pembuktian yang sangat berat.

“Harapan dari 01 dan 03 agar hakim mendasari putusan MK berdasarkan keyakinan hati nurani Hakim MK, karena politik dinasti dimulai dari putusan MK No 90 tahun 2023,” katanya dihubungi melalui telepon. 

Ditanya apakah keputusan MK sudah adil dan selaras dipandang dari ilmu hukum, ia menyatakan, bagi pemohon 01 dan 03 putusan ini  pasti dianggap tidak adil karena permohonan mereka ditolak semua. 

“Karena permohonan mereka ditolak semua, pasti dianggap tidak adil,” tegas Budiono.

Budiono menengarai bahwa hakim MK kemungkinan adanya tekanan bisa saja. Mengingat keputusan MK No 90 tahun 2023 terindikasi adanya intervensi dari "kekuasaan".

“Apalagi dalam putusan MK tentang hasil Pilpres bisa saja ada tekanan yang besar terhadap hakim MK,” ungkap pengajar di Fakultas Hukum Unila.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah